4.
BREAKING NEWS :
Home » » 9 Istri Presiden Pertama Indonesia

9 Istri Presiden Pertama Indonesia

Written By Unknown on Senin, 14 Maret 2016 | 02.07

Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno
Kita mungkin takkan pernah mengenal warna bendera merah putih, dan mungkin sampai detik ini pun, tangan kita masih terbelenggu besi, bertekut lutut dibawah kekuasaan penjajah, seandainya tak ada jasa dan peranan Soekarno sang Putera Fajar, yang memerdekakan bangsa kita Indonesia, dari Penjajahan Belanda dan Jepang.

Kharisma Bung Karno sebagai Bapak Proklamator sekaligus Presiden Pertama Indonesia tak hanya dikagumi oleh seluruh rakyatnya, namun pesona ketampanannya sanggup meluluhlantakkan bagi siapa saja wanita yang melihatnya. Tak berlebihan rasanya jika Bung Karno dijuluki sebagai Pria paling Ganteng di Indonesia pada zamannya. 

Meskipun begitu dalam "kisah cinta Bung Karno", tercatat hanya ada 9 istri Soekarno yang resmi dan pernah mengisi kehidupannya. Dimana banyak moment manis dan lika liku mengharukan yang mereka alami saat hidup bersama dengan sang putera fajar. mari kita mengenal istri-istri Presiden Soekarno lengkap dengan foto-fotonya dalam ulasan dibawah ini: 

1. Oetari Tjokroaminoto, Istri Pertama Soekarno
Istri pertama Soekarno adalah Oetari Tjokroaminoto (Siti Oetari), putri kandung dari HOS Tjokroaminoto yang menjadi panutan sekaligus guru besar Soekarno. Dalam kisah percintaannya dengan Oetari, sebenarnya Bung Karno menikahi Oetari tanpa dasar cinta, karena dirinya sudah menganggapnya sebagai adik sendiri. 

Meski akhirnya Soekarno mau dan benar-benar tulus untuk menikahi Oetari, namun niat Soekarno sebenarnya adalah untuk meringankan beban sang guru Tjokroaminoto yang kala itu ditinggalkan oleh almarhum istri tercintanya.

9 Istri Soekarno First President of Indonesia

Diketahui Soekarno menikahi putri Tjokro tersebut pada tahun 1921. Setelah menikah, dunia keduanya pun berbanding terbalik. Soekarno yang saat itu berusia 20 tahun, lebih sibuk dalam mengurus pergerakan nasional. Sementara Oetari yang masih berusia 16 tahun, masih memiliki sifat kanak-kanak. Jadilah hubungan pasangan suami-istri ini seperti brotherzone.

Bisa ditebak, pernikahan keduanya hanya sebatas seumur jagung. Setelah pindah dari Surabaya dan pamit kepada guru besarnya, Soekarno melanjutkan kuliah di Bandung, dan tak lama setelah melangsungkan kuliah, ia pun menceraikan Oetari. 

Keputusan cerai ini memang berat untuk diambil oleh beliau, namun setidaknya jauh lebih baik dibandingkan untuk tetap melanjutkan hubungan perkawinan yang sudah terasa semakin hambar.

2. Inggit Garnasih
Setelah pindah ke Bandung dan tak lama setelah menceraikan Oetari, Soekarno tertarik dengan sosok perempuan ayu berusia matang dengan perawakan geulis khas mojang Sunda. 

Ya, dialah Inggit Garnasih, yang namanya dijadikan jalan di salah satu wilayah pertokoan di pusat Kota Bandung. Saat itu, Soekarno yang berstatus mahasiswa masih berumur 20 tahun, sementara Inggit yang kelahiran tahun 1888, sudah berusia 33 tahun jauh lebih tua dibandingkan Bung Karno.


Karena kecintaannya pada Soekarno dan memburuknya hubungan tali pernikahannya dengan sang suami, Sanusi, Inggit pun rela menemani Soekarno kemana saja dan tekun mendengarkan apa kata Bung Karno. Pernikahan mereka berlangsung selama 20 tahun, meskipun tidak dikaruniai anak. 

Namun kisah cinta Bung Karno dengan Inggit Garnasih harus berakhir pada tahun 1943, dimana Soekarno telah menemukan tambatan hati baru dalam sosok wanita bernama Fatmawati, beliau pun terpaksa menceraikan Inggit karena dirinya tidak mau dipoligami.

3. Kisah Cinta Soekarno dan Fatmawati
Saat dibuang oleh Belanda ke Bengkulu, Bung Karno menemukan sesosok wanita cantik bernama Fatmawati. Kondisi usianya kini berbalik dengan Inggit Garnasih. Soekarno lebih tua 22 tahun ketimbang Fatmawati yang saat itu masih sangat muda, baru berusia 20 tahun.

Soekarno pun mengutarakan niatnya untuk menjadikan Fatmawati, putri seorang tokoh Muhammadiyah di Bengkulu, sebagai istri keduanya. Namun apa daya, Inggit menolak mentah-mentah dan lebih memilih kembali ke Bandung.

Dari kesekian daftar istri-istri Soekarno, Fatmawatilah yang paling dikenal dan masuk ke dalam kurikulum sejarah Indonesia, karena perannya dalam proklamasi kemerdekaan republik ini. Maka pantaslah bila Fatmawati disebut sebagai Ibu Proklamasi. 


Ia pulalah yang menjadi Ibu dari beberapa politisi yang mewarisi darah Soekarno. Adapun kelima anaknya adalah Guntur Soekarnoputra, Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan seniman Guruh Soekarnoputra.

Pernikahan keduanya kandas setelah Soekarno meminta hal yang sama kepada Fatmawati, yakni rela untuk di kawin madu. Terkejutlah Fatma dan dengan sangat kesal dirinya tak mau menyepakati permintaan sang suami. 

Tiba-tiba dalam pikirannya, Fatmawati pun teringat dengan sosok Inggit, istri Soekarno yang dahulu kala direbut olehnya. Dikabarkan, Fatmawati meminta maaf sambil mencium kaki Inggit untuk menunjukkan penyesalannya yang paling dalam. Inggit pun membalasnya dengan tangis haru sambil memeluk erat dirinya.

4. Hartini (1953-1970)
Pada saat dipersunting oleh Soekarno di tahun 1953, Hartini berusia 29 tahun dan berstatus janda lima orang anak. Pertemuan keduanya berlangsung saat Bung Karno mengadakan kunjungan kerja ke Candi Prambanan, Jawa Tengah. Namun ada pula yang berpendapat kalau keduanya pernah bertemu di Salatiga setahun sebelumnya.


Karena statusnya yang menggantikan peran Fatmawati sebagai Ibu Negara, maka banyak aktivis wanita yang lebih membela Fatmawati. Alasannya jelas, Fatma sudah jauh lebih dikenal sebagai Ibu Negara selama belasan tahun lamanya.

Meski mengetahui tindak tanduk Sang Putra Fajar yang sering terpikat dengan wanita lain, namun Hartini panjang sabar dan tetap mempertahankan rumah tangganya hingga Soekarno menghembuskan nafas terakhirnya pada tahun 21 Juni 1970.

5. Kartini Manoppo (1959-1968)
Wanita yang berprofesi sebagai pramugari Garuda Indonesia tersebut sempat memikat hati sang Bapak Proklamator saat melihat lukisan karya Basuki Abdullah yang objeknya tidak lain adalah Kartini sendiri.


Karena statusnya yang berasal dari keluarga terpandang di Bolaang Mongondow, Sulawesi Tenggara, Kartini lebih memilih untuk menutup kisah pernikahannya serapat mungkin. Diketahui, dari hasil pernikahan Soekarno dan Kartini, lahir seorang putra bernama Totok Suryawan Sukarno pada tahun 1967.

6. Ratna Sari Dewi, Istri Bung Karno paling Cantik
Sejarah mencatat Ratna Sari Dewi adalah wanita kelima yang dinikahi oleh Sang Putra Fajar dirinya pun menjadi istri paling cantik dalam kisah cinta bung karno. Dirinya adalah wanita berkebangsaan Jepang yang memiliki nama asli Naoko Nemoto. 

Lahir di Tokyo, 6 Februari 1940, Dewi dipinang oleh Presiden Soekarno ketika dirinya masih berusia 19 tahun. Padahal saat itu, sang Presiden sudah berusia 57 tahun. Perbedaan Usia yang sudah terlampau jauh diantara mereka.

Foto Ratna Sari Dewi (Kiri) Anaknya Kartika Sari Dewi bersama Kakek Saya Soekarno (Kanan)

9 istri soekarno

Pertemuan keduanya berawal dari kunjungan Bung Karno ke Tokyo. Kala itu, beliau menginap di Hotel Imperial dan dikenalkan dengan sosok Naoko alias Dewi.

Rumor menyebutkan bahwa Dewi adalah geisha, namun berkali-kali gosip tersebut dibantah keras. Ia hanya mengaku berstatus pelajar dan pernah bekerja sebagai seniman industri hiburan di Tokyo sebelum dipersunting oleh Presiden Soekarno.

Dari pernikahan Soekarno dengan Ratna Sari Dewi, lahirlah seorang putri cantik yang diberi nama Kartika Sari Dewi Soekarno.

7. Perjalanan Cinta Presiden Soekarno dengan Haryati
Sebagai Staf Sekretaris Negara di Bidang Kesenian, sosok Haryati (Hariyatie) dikenal sangat akrab dengan sang proklamator Indonesia. Apalagi, bila dilihat secara fisik, penampilan Haryati memang sangat sempurna.


Kala itu, meski Haryati masih berusia 23 tahun dan dirinya pun sudah punya pacar alias milik kekasih orang lain, Soekarno tak gentar dan tak sedikitpun takut untuk merebut cintanya. Haryati yang luluh hatinya kemudian resmi dinikahi oleh Soekarno pada 21 Mei tahun 1963. 

Mirisnya, baru menjelang masuk tiga tahun usia pernikahan mereka, Soekarno memilih untuk menceraikan Haryati karena dirinya sudah tak merasa cocok lagi dengannya.

8. Yurike Sanger
Dari berbagai foto yang beredar, pesona kecantikan Yurike Sanger sering disebut-sebut sebagai reinkarnasi Pevita Pearce di masa lampau. Kala itu, status Yurike adalah pelajar siswi SMA yang ikut dalam skuad anggota Paskibra di Istana Negara. Meski rentang usia yang sudah terpaut empat puluh tahun lebih tua, namun Soekarno sama sekali tak mengurungkan niatnya.

Yurike dilamar resmi oleh Bung Karno pada tahun 1964 dan mereka menjalani kisah cinta romantis dalam mahligai perkawinan mereka selama hampir 3 tahun. Namun kisah indah ini harus berakhir pada tahun 1967, dimana kekuasaan Soekarno digulingkan paksa oleh rezim Soeharto.


Situasi negara saat itu pun semakin tak terkendali setelah meletusnya pemberontakan G30S PKI. Tak ingin terjadi sesuatu terhadap keselamatan Yurike, dirinya pun diminta agar Yurike bersedia untuk diceraikan oleh Bung Karno sendiri. 

Dan Yurike harus kembali ke Jepang, mengingat kondisi politik di Indonesia semakin memanas ditambah lagi kesehatan Bung Karno yang semakin memburuk. Meski pahit bagi Yurike dan Bung Karno, mereka pun akhirnya berpisah secara baik-baik.

9. Heldy Djafar, Istri Soekarno yang Terakhir
Inilah istri terakhir dan kesembilan Bung Karno. Saat dipersunting pada tahun 1966, Bung Karno sudah berusia 65 tahun, sementara Heldy, seorang gadis asal Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, berusia 18 tahun.

Akibat situasi politik yang semakin kacau dan ditahannya 'Presiden' Soekarno oleh Soeharto, maka Heldy memutuskan untuk berpisah dengan Sang Putra Fajar. Meski Soekarno bersikeras agar Heldy tetap bertahan, namun sang gadis memilih untuk menikahi pria lain. Dan pada Tahun 1970, saat sedang hamil tua, Heldy mendapat kabar duka bahwa suaminya, sang proklamator Indonesia sudah wafat.

istri soekarno

Itulah daftar sembilan istri Soekarno yang diyakini secara umum oleh masyarakat Indonesia dan tercatat dalam arsip nasional. Meski begitu, ada banyak teori dan klaim lain yang mengatakan Bung Karno sebenarnya memiliki istri yang jauh lebih banyak dari angka yang telah disebutkan diatas. 

Namun bagi saya pribadi tak penting berapapun jumlah istri-istri Soekarno, bapak proklamator kita. Yang pasti, tanpa pengorbanan beliau beserta para pejuang lainnya, mungkin sampai detik ini kita tak dapat menikmati indahnya kemerdekaan Indonesia.

sumber:http://www.kejadiananeh.com
Share this article :

Artikel Islam

More on this category »

Mualaf

More on this category »

Post Terkini

LGBT HARAM

LGBT HARAM

Sukanagara News

More on this category »

Cisompet News

More on this category »

Garut News

More on this category »

Regional News

More on this category »

National News

More on this category »

World News

More on this category »
 
Support : Creating Website | Johny Template | Tony Putra Garut Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Desa Sukanagara News - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Tony Kurniawan Alamat Desa SukanagaraJl.Bantar Peundeuy-Panyindangan